Toko Online | Peralatan Perlengkapan Pendukung Kolam Taman air Akuarium Industrial Agroindustri Perikanan

terdesign.comgesund obat ikanredin.iddeep blue filter

 
E-mail Print PDF

PERLUNYA POLA PIKIR MODERN DALAM PERIKANAN TRADISIONAL

PERLUNYA POLA PIKIR MODERN DALAM PERIKANAN TRADISIONAL

Dalam kondisi perekonomian nasional maupun global yang tidak menentu dewasa ini, sektor perikanan mungkin dapat menjadi salah satu lokomotif penggerak perekonomian disamping sektor agroindustri lainnya.Perikanan laut maupun perikanan darat di negara kita seharusnya cukup tangguh menghadapi globalisasi karena pada dasarnya negara kita banyak memiliki keunggulan komparatif di banding negara lain.

Sektor perikanan di indonesia memang belum berkembang secara optimal terutama pada sektor perikanan darat. Banyak faktor internal maupun ekternal yang banyak menjadi penghambat.Pemerintah seharusnya memberikan perhatian yang cukup pada sektor ini. Perikanan mempunyai peranan penting dalam mencukupi kebutuhan gizi masyarakat terutama sumber protein dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibanding sumber protein hewani lainnya.Untuk sektor ikan hias mungkin dapat membantu dalam penghematan dan penghasil devisi negara sehingga dapat di maanfaatkan untuk sektor lain yang lebih penting, dengan menghasilkan kualitas yang baik, tidak menutup kemungkinan untuk dapat menghasilkan devisa.

Yang sering menjadi kendala dalam perikanan rakyat tradisional adalah Pola pikir yang masih sangat tradisional dalam managemen pengelolaan perikanan bahkan yang cukup mengherankan hal ini juga masih menjadi pedoman pelaku perikanan yang sudah  boleh di golongkan sebagai tingkatan industri. Selain pola pikir yang masih tradisional, minimnya pengetahuan masalah perikanan, sulitnya menerima inovasi baru, dan tetap mempertahankan pola pikir perikanan tradisional dalam pemeliharaan ikan menjadi faktor penghambat utama dalam sektor ini.

Banyak sekali amsumsi - asumsi yang keliru berkembang dalam masyarakat perikanan yang kurang tepat, tetap di pertahankan. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan tentang bagaimana memelihara ikan yang berdasarkan pengetahuan modern serta keangkuhan dan keteguhan mempertahankan pengetahuan yang hanya didasarkan anjuran para pendahulu ataupun para senior.
kita mabil contoh misalalkan dalam budidaya ikan lele, yang mana dapat kita anggap ikan yang paling mudah dalam pembudidayaan,  serta spesies ini memiliki daya tahan yang sangat baik dalam terhadap kondisi lingkungan. Namun kenyataan yang ada sering kali terjadi kegagalan dalam budidaya ikan jenis ini. mengapa demikian ? setelah mempelajari dari berbagai kasus yang terjadi dan dapat diambil kesimpulan bahwa kesalahan pemahaman dan minimnya pengetahuan yang menjadi permasalahan, dan anehnya apabila mereka di beri beberapa masukan justri tidak percaya karena berseberangan dengan paham yang berkembang di masyarakat.Hal ini hampir menyeluruh terjadi pada para pelaku perikanan berdasarkan data angka pelaku sektor perikanan yang menjadi pelanggan peralatan perlengkapan penunjang www.pusattoko.com

kita ambil contoh dalam kasus budidaya ikan lele, dari beberapa asumsi yang berkembang dalam masyarakat perikanan tradisional,banyak yang beranggapan bahwa ikan lele dapat hidup dengan baik dalam kolam tanah atau kolam air kotor berlumpur , dan tidak baik apabila di pelihara dalam kolam air bersih.benarkah demikian?
Bila kita pertimbangkan berdasarkan pertimbangan biologi tentulah tidak demikan, Asal kandungan makanan dalam air tercukupi serta adanya penghalang sinar agar kolam tidak terlalu terang tidaklah akan menjadi masalah, malah apabila ada manajemen pengolahan air, hasil akan jauh lebih baik, dalam hal ini yang berperan adalah karakter ikan lele itu sendiri yang lebih menyukai kondisi cahaya yang minim, air keruh hanya semata - mata berfungsi sebagai penghalang sinar yang terlalu berlebih bagi ikan lele

Banyak pula yang beranggapan bahwa pemeliharaan ikan lele sistem intensifikasi tidak memerlukan peralatan karena ikan lele mampu hidup dengan kondisi parameter air yang buruk sekalipun, mungkin memang demikian adanya. Namun pernahkan anda menghitung bibit yang ditebar dan hasil panen jumlah nya bisa sama ? mortalitas mencapai 0% ? kebanyakan perhitungan panen yang digunakan hanyalah jumlah berat yang dihasilkan. Apabila kita menggunakan perencanaan sistem perikanan yang ditata dengan baik tentu akan menghasilkan jumlah yang lebih baik.

Dari contoh diatas kita bisa melihat betapa masyarakat masih sangat minim dalam pengetahuan terhadap bidang yang digeluti, dalam hal ini masalah perikanan.Dalam era globalisasi dengan kondisi alam yang semakin memburuk dengan pertambahan populasi manusia,sudah saatnya masyarakat perikanan untuk mulai menapaki era perikanan modern yang lagi tidak bergantung pada alam sepenuhnya.

Sistem perikanan yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan produksi tampa tergantung sepenuhnya kepada lingkungan alam sekitar, seharusnya sudah menjadi salah satu alternatif untuk menjaga kesinambungan dan kontiniuitas produksi perikanan, sehingga produktivitas tetap dapat terjaga dengan baik sebagai salah satu syarat untuk menapaki dunia industrialisasi.

Industriliasi sektor perikanan mungkin dapat menjadi suatu alternatif pilihan yang dapat di kembangkan para pelaku industri di negara ini mengingat sektor - sektor industri lain karena satu dan banyak hal tak lagi mampu bersaing dalam era globalisasi.

By 3as www.PusatToko.com

Apabila anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini hendaknya mencantumkan sumber asli website ini dengan jelas dan benar ( dengan syarat bukan untuk tujuan komersial dan tampa perubahan )

  Custumer Service

telpon fax 0341 476174  hubungi kami via sms 0857 9088 7033  hubungi kami selular 08222 880 4933 - 0878 5907 6733

pembayaran-visa