Toko Online | Peralatan Perlengkapan Pendukung Kolam Taman air Akuarium Industrial Agroindustri Perikanan

terdesign-bannerredin.iddeepbluefilter

 

MOROTAI : MUTIARA TIMUR INDONESIA

Beberapa waktu yang lalu team kami sempat mengadakan perjalanan ke wilayah timur Indonesia tepatnya di sebelah utara dari Pulau Halmahera, yakni Kabupaten Pulau Morotai.
Mungkin banyak yang belum mengetahui tentang profil Kabupaten Pulau Morotai. Maka dari itu, di sini saya akan mengulas sedikit perihal profil Kabupaten Morotai mulai dari sejarah, letak geografis dan kondisi alam, pariwisata, sumber daya alam, sosial budaya dan perekonomian, dan lain-lain.
Selama abad ke-15 dan 16, Morotai berada di bawah pengaruh Kesultanan Ternate yang berkuasa. Merupakan inti sebuah kawasan besar bernama Moro yang termasuk pulau dan pesisir Halmahera yang dekat dengan Morotai ke selatan.
Pulau Morotai menjadi lapangan terbang bagi Jepang selama PD II. Pulau ini diambil alih oleh angkatan Amerika Serikat pada September 1944 dan digunakan sebagai landasan serangan Sekutu ke Filipina pada awal 1945 serta ke Borneo timur pada Mei dan Juni tahun itu. Merupakan basis untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945 yang ditunda setelah penyerahan diri Jepang pada bulan Agustus. Lapangan terbang tempat pendaratan pesawat yang kami tumpangi ketika berkunjung ke Morotai beberapa waktu yang lalupun rupanya masihlah sama dengan tempat mendaratnya pesawat sekutu dahulu kala.
Kondisi alam di Kabupaten Pulau Morotai nyaris seperti kondisi alam di wilayah Indonesia Timur pada umumnya; yakni cuaca yang panas dan bermatahari, banyak terdapat pantai, tanah yang kering, dan kurangnya sumber air menjadi masalah secara umum bagi masyarakat wilayah Indonesia Timur.
Pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat di Pulau Morotai sebenarnya telah menjadi tanggungjawab PDAM setempat. Namun rupanya masih terjadi ketidaklancaran distribusi dikarenakan sistem operasional yang masih baru dan masih banyak memerlukan pembenahan. Selain itu pemenuhan kebutuhan listrik juga masih minim. Ketika kurang lebih sepekan kami berada di sana sempat terjadi beberapa kali mati lampu pada saat malam hari dan bisa dibayangkan pastilah suasana di Morotai menjadi gelap gulita. Penduduk hanya mengandalkan lampu petromax atau lilin seadanya untuk memenuhi kebutuhan  penerangan mereka.

                                                        pulau morotai sering padam listrik

[suasana sebuah desa di Pulau Morotai pada saat mati lampu]


Meskipun demikian satu hal yang ternyata menjadi kebanggaan Kabupaten Pulau Morotai adalah bahwa Pulau ini memiliki pembangkit listrik tenaga surya terbesar se Asia Tenggara. Fakta bahwa masih sering terjadi listrik padam barangkali hanyalah perkara proses penyempurnaan sistem pembangkit listrik tenaga surya yang memang masih terbilang baru dan masih akan terus disempurnakan demi kesejahteraan penduduk Pulau Morotai.
Secara geografis, Kabupaten Morotai berbatasan dengan Laut Halmahera di sebelah utara, barat dan timur, serta berbatasan dengan Selat Morotai di bagian selatan. Uniknya, jika kita berada di dermaga sebelah utara, kita sudah dapat melihat Negara Filipina dari Pulau Morotai. Untuk menuju pulau ini bisa menggunakan kapal cepat dari Tobelo ke Daruba. Ada beberapa maskapai penerbangan juga yang mendarat di Morotai, tapi jadwal dan maskapai yang melayani masih tidak tentu.
Penduduk di Kabupaten Morotai masih terbilang sedikit. Mereka terdiri dari berbagai macam kelompok etnis, antara lain; Suku Tobelo dan Suku Galela di Pulau Halmahera, tepatnya di Kabupaten Halmahera Utara. Kedua suku (sub-etnis) tersebut mendominasi mayoritas penduduk Morotai hingga kini. Migrasi penduduk dari kedua suku ini disebabkan oleh bencana alam yaitu meletusnya gunung berapi di pulau tersebut.
Selain terdapat kedua etnis diatas (Suku Tobelo dan Suku Galela), kelompok-kelompok etnik lain yang mendiami Pulau Morotai diantaranya adalah berasal dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Jawa, Sumatera, Cina Maluku, dan lain-lain.
Penduduk asli di Kabupaten Pulau morotai rata-rata bermata pencaharian sebagai nelayan, sementara sektor perdagangan kebanyakan dijalankan oleh para pendatang dari luar Morotai maupun dari luar wilayah Indonesia Timur.
Berdasarkan pengamatan kami selama kurang lebih sepekan berada di sana, kondisi Kabupaten Pulau Morotai masih sangat sepi terutama di hari minggu. Tidak banyak aktivitas dan mobilitas yang nampak di pusat kota. Hanya ada segelintir masyarakat saja yang berlalu-lalang menikmati akhir pekan atau hendak melaksanakan Ibadah di hari Minggu bagi umat Nasrani di Kabupaten Pulau Morotai.

                                              1

[ suasana akhir pekan di pusat kota Kab. Pulau Morotai yang sangat lengang ]

 

Geliat pembangunan di Kabupaten muda Republik Indonesia ini memang masih terbilang baru. Infrastruktur yang terdapat di Kabupaten Pulau Morotai sementara juga masih mencakup infrastruktur-infrasturktur utama saja, seperti; gedung pemerintahan, rumah sakit, sekolah, beberapa rumah ibadah, dan alun-alun beserta taman air mancur yang pada saat itu masih dalam proses pengerjaan.

                                                                4r

[ design by: www.terdesign.com ]

                                                                 
Dari segi pariwisata, Kabupaten Pulau Morotai, sebagaimana kekhasan dari wilayah Indonesia Timur, memiliki keunggulan pada sektor wisata bahari. Ada banyak keindahan pantai yang bisa kita nikmati di Kabupaten Pulau Morotai, contohnya saja: Pantai Tanjung Gorango, Pantai Tanjung Sopi, Pantai Posi-Posi, Pantai Kupa-Kupa, dan ada juga Pulau Dodola dengan senja yang sangat indah tempat favorit Jenderal Mac Arthur pada masa perang dunia kedua.

                                          2r

[ keindahan nuansa senja di sebuah pantai di Pulau Morotai ]


Selain wisata bahari, terdapat pula peninggalan-peninggalan bersejarah dari sisa jaman perang dunia kedua dan jaman pra kemerdekaan berupa tank, beberapa jeep, sel tahanan, yang konon akan dimuseumkan secara resmi ke dalam “Museum Perang Dunia II”.
Sepekan berada di Morotai seakan kembali menggugah kesadaran kami perihal kekayaan alam Indonesia yang berlimpah, dan seringkali terabaikan. Semoga ulasan singkat ini dapat sama-sama menyadarkan kita sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk ikut serta menjaga kelestarian dan semakin giat dalam membangun dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia tercinta ini melalui segala sektor yang mesti kita optimalkan sesuai dengan bidang yang kita masing-masing geluti.


[ admin | www.pusattoko.com ]

 

  Custumer Service

telpon fax 0341 476174  hubungi kami via sms0857 9088 7033  hubungi kami selular 08222 880 4933 - 0888 33 70 333 - 0878 5907 6733

pembayaran-visa